<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Marwan'B Blog</title>
	<atom:link href="http://mwan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mwan.wordpress.com</link>
	<description>Jadikan Hari Ini Lebih Baik Dari Kemarin</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Dec 2010 08:17:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mwan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Marwan'B Blog</title>
		<link>http://mwan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mwan.wordpress.com/osd.xml" title="Marwan&#039;B Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mwan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Uang 1000 dan 100.000</title>
		<link>http://mwan.wordpress.com/2010/10/29/uang-1000-dan-100-0000/</link>
		<comments>http://mwan.wordpress.com/2010/10/29/uang-1000-dan-100-0000/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Oct 2010 09:26:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mwan.wordpress.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan yang berkualitas dan peralatan yang sama. Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik. Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mwan.wordpress.com&amp;blog=6798270&amp;post=261&amp;subd=mwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://mwan.files.wordpress.com/2010/10/masjid1.gif"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-262" title="masjid1" src="http://mwan.files.wordpress.com/2010/10/masjid1.gif?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a>Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan yang berkualitas dan peralatan yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik. Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda. Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :&#8221;Ya, ampiiiuunnnn. &#8230;&#8230;&#8230;..darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan&#8230;&#8230; bau! Padahal waktu kita sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan &#8230;&#8230; Ada apa denganmu?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-261"></span>Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata : &#8220;Ya, beginilah nasibku , kawan. Sejak kita keluar dari PERURI, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan kotoran ayam.</p>
<p style="text-align:justify;">Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk, dari sana saya hijrah ke &#8216;baluang&#8217; (pren : tau kan baluang&#8230;?) Inang-inang. Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. &#8230;&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.: &#8220;Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm&#8230;.dompetnya harum sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah dari sana , aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus. Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan&#8230;&#8230; aku jarang lho ketemu sama teman-temanmu. . &#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya : &#8220;Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman. Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apa itu?&#8221; uang seratus ribu penasaran. &#8220;Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di mesjid atau di tempat-tempat ibadah lain. Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu disana&#8230;..&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Begitulah manusia dan nasib, terkadang nasib baik membuat manusia lupa akan fitrahnya kepada sang kuasa, mereka terlalu menikmati dunia dan melupakan akhirat. yang mana kah nasib anda uang 1000 atau 100.000</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber milist: internal Sanyo Indonesia</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mwan.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mwan.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mwan.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mwan.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mwan.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mwan.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mwan.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mwan.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mwan.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mwan.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mwan.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mwan.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mwan.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mwan.wordpress.com/261/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mwan.wordpress.com&amp;blog=6798270&amp;post=261&amp;subd=mwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mwan.wordpress.com/2010/10/29/uang-1000-dan-100-0000/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6605371ec162647ae7625d46c3cb7041?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mwan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mwan.files.wordpress.com/2010/10/masjid1.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">masjid1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEBERAPA PENTINGKAH PULSA ELEKTRIK BAGI KITA</title>
		<link>http://mwan.wordpress.com/2010/07/28/seberapa-pentingkah-pulsa-elektrik-bagi-kita/</link>
		<comments>http://mwan.wordpress.com/2010/07/28/seberapa-pentingkah-pulsa-elektrik-bagi-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 06:03:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mwan.wordpress.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[Ditengah hiruk pikuknya kehidupan baik diperkotaan bahkan sampai pedesaan, tuntutan alat komunikasi berupa Handphone (HP) sudah sangat tinggi.  Pentingnya alat komunikasi ini dapat dibuktikan dengan banyaknya pemakai, dari mulai anak-anak sampai dengan kakek nenek.  Dengan riang bahkan kadang berang tidak luput selalu tergenggam ditangannya sebuah HP.  Dari mulai merk jadul sampai dengan merk terkini laku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mwan.wordpress.com&amp;blog=6798270&amp;post=257&amp;subd=mwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://mwan.files.wordpress.com/2010/07/27340_100001353336657_6166_n.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-258" title="27340_100001353336657_6166_n" src="http://mwan.files.wordpress.com/2010/07/27340_100001353336657_6166_n.jpg?w=150&#038;h=146" alt="" width="150" height="146" /></a>Ditengah hiruk pikuknya kehidupan baik diperkotaan bahkan sampai pedesaan, tuntutan alat komunikasi berupa Handphone (HP) sudah sangat tinggi.  Pentingnya alat komunikasi ini dapat dibuktikan dengan banyaknya pemakai, dari mulai anak-anak sampai dengan kakek nenek.  Dengan riang bahkan kadang berang tidak luput selalu tergenggam ditangannya sebuah HP.  Dari mulai merk jadul sampai dengan merk terkini laku keras bak kacang goreng.</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan banyak dikemukakan oleh pengguna, dari mulai alasan untuk mengontrol anak di sekolah, alasan biar keliatan gaul, alasan bisnis, sampai alasan yang aneh-aneh.  Alasan ini tidak lepas dari begitu pentingnya peran HP dalam kehidupan sekarang.  Tingginya intensitas penggunaan HP berbanding lurus dengan kebutuhan pulsa.  Kehidupan sekarang yang cenderung dikejar-kejar waktu, bahkan orang mengistilahkannya dengan Time Is Money, menjadikan efisiensi penggunaan waktu begitu berharga.  Peluang ini dibaca sangat baik oleh para penyedia jasa penjualan pulsa, maka keluarkan produk yang disebut pulsa elektrik.  Pulsa elektrik adalah pulsa yang sistem penjualannya dengan pengiriman pengisian pulsa, sehingga konsumen atau pengguna HP tidak perlu lagi mencari sibuk menggosok panel di voucher, lalu mengisi deretan angka, yang kadang karena buru-buru salah memasukkan angka malah masalah menjadi lebih ruet lagi.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-257"></span>Tuntutan yang semakin tinggi, membuat penyedia jasa penjualan pulsa elektrik berinovasi kembali, yaitu dengan menjual pulsa elektrik dengan sistem deposit, sehingga pengguna bisa menjual pulsa sekaligus sebagai pemakai pulsa.  Kelebihan dari sistem deposit ini, pengguna bisa memperkirakan kebutuhan pulsanya untuk jangka waktu tertentu, dan mengisi deposit tersebut, dan deposit itu dapat dicairkan kapan saja sesuai kebutuhan.  Salah satu dari penyedia jasa penjualan pulsa elektrik ini adalah pulsa gram, untuk jelasnya bisa diliat pada website :  <a href="http://www.pulsagram.com/?id=PG040412">http://www.pulsagram.com/?id=PG040412</a> .</p>
<p style="text-align:justify;">Dapat disimpulkan, untuk kehidupan sekarang dimana informasi begitu pentingnya, dan akses informasi begitu sangat dibutuhkan bahkan sampai dengan hitungan detik, maka kebutuhan akan pulsa menjadi kebutuhan yang hampir pokok.  Ketersediaan layanan pulsa elektrik menjadi salah satu solusi jitu yang ditawarkan, dan menjadi solusi bagi masyarakat kini dan mendatang&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.festival@pulsagram.com">www.festival@pulsagram.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mwan.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mwan.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mwan.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mwan.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mwan.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mwan.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mwan.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mwan.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mwan.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mwan.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mwan.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mwan.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mwan.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mwan.wordpress.com/257/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mwan.wordpress.com&amp;blog=6798270&amp;post=257&amp;subd=mwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mwan.wordpress.com/2010/07/28/seberapa-pentingkah-pulsa-elektrik-bagi-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6605371ec162647ae7625d46c3cb7041?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mwan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mwan.files.wordpress.com/2010/07/27340_100001353336657_6166_n.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">27340_100001353336657_6166_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dimulai dari Pemimpin</title>
		<link>http://mwan.wordpress.com/2009/12/25/dimulai-dari-pemimpin/</link>
		<comments>http://mwan.wordpress.com/2009/12/25/dimulai-dari-pemimpin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 04:14:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mwan.wordpress.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Pernah satu masa Kota Madinah dilanda krisis berkepanjangan, akibatnya banyak orang sakit dan jumlah orang miskin terus bertambah. Khalifah Umar Bin Khattab yang merasa paling bertanggung jawab terhadap musibah itu, memerintahkan menyembelih hewan ternak untuk dibagi-bagikan pada penduduk. Ketika tiba waktu makan, para petugas memilihkan untuk Umar bagian yang menjadi kegemarannya : punuk dan hati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mwan.wordpress.com&amp;blog=6798270&amp;post=252&amp;subd=mwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://mwan.files.wordpress.com/2009/12/mahkota.jpeg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-253" title="mahkota" src="http://mwan.files.wordpress.com/2009/12/mahkota.jpeg?w=158&#038;h=107" alt="" width="158" height="107" /></a>Pernah satu masa Kota Madinah dilanda krisis berkepanjangan, akibatnya banyak orang sakit dan jumlah orang miskin terus bertambah. Khalifah Umar Bin Khattab yang merasa paling bertanggung jawab terhadap musibah itu, memerintahkan menyembelih hewan ternak untuk dibagi-bagikan pada penduduk.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika tiba waktu makan, para petugas memilihkan untuk Umar bagian yang menjadi kegemarannya : punuk dan hati unta. Ini merupakan kegemaran Umar sebelum masuk Islam. &#8220;dari mana ini ?&#8221; tanya Umar.<br />
&#8220;Dari hewan yang baru disembelih hari ini,&#8221; jawab mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-252"></span>&#8220;Tidak! Tidak!&#8221; kata Umar seraya menjauhkan hidangan lezat itu dari hadapannya. &#8220;Saya akan menjadi pemimpin paling buruk seandainya saya memakan daging lezat ini dan meninggalkan tulang-tulangnya untuk rakyat.&#8221; Kemudian Umar menyuruh salah seorang sahabat,&#8221; Angkatlah makanan ini, dan ambilkan saya roti dan minyak biasa!&#8221; Beberapa saat kemudian, Umar menyantap makanan yang dimintanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu mendalam ajaran kesederhanaan dan kasih sayang kepada ummat dari Rasulullah SAW, merasuk sampai ke setiap aliran darah para sahabatnya termasuk Umar Bin Khattab.  Seperti pendahulunya, betapa besar perhatian Umar terhadap rakyatnya. Peristiwa seperti itu bukan hanya terjadi sekali saja. Khalifah Umar sering menyelinap tengah malam berkeliling kota untuk memastikan semua ummatnya bisa tidur nyenyak karena tak kelaparan.  Rupanya, ia mendapati seorang ibu dan anak yang sedang kelaparan.  Umar sendiri yang mengambil makanan, memanggulnya dan memasak untuk dihidangkan kepada keluarga yang kelaparan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kisah lain, bahkan seorang kepala negara seperti Umar pun kerap merasa kelaparan. Dalam kondisi kelaparan mencapai puncaknya Umar pernah disuguhi remukan roti yang dicampur samin. Umar memanggil seorang Badui dan mengajaknya makan bersama. Ia tidak menyuapkan makanan itu ke mulutnya sebelum Badui itu melakukannya terlebih dahulu. Orang badui sepertinya sangat menikmati makanan itu. &#8220;Agaknya anda tidak pernah merasakan lemak ?&#8221; tanya Umar.<br />
&#8220;Benar,&#8221; kata Badui itu. &#8220;Saya tidak pernah makan dengan samin atau minyak zaitun. Saya juga sudah lama tidak menyaksikan orang-orang memakannya sampai sekarang,&#8221; tambahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mendengar kata-kata sang Badui, Umar bersumpah tidak akan makan lemak sampai semua orang hidup seperti biasa. Ucapannya benar-benar dibuktikannya. Kata-katanya diabadikan sampai saat itu, &#8220;Kalau rakyatku kelaparan, aku ingin orang pertama yang merasakannya. Kalau rakyatku kekenyangan, aku ingin orang terakhir yang menikmatinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kota Madinah pada masa Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin, adalah contoh indahnya tatanan masyarakat yang berkeadilan. Perekonomian, pendidikan, interaksi sosial, politik serta kebudayaan berjalan atas dasar persaudaraan. Kehidupan sosial berlangsung secara baik, anak-anak yatim terpelihara, yang kaya melengkapi yang miskin, yang miskin tidak iri terhadap yang kaya dalam hal konsumsi. Perniagaan diatur dalam koridor keadilan, tidak ada kecurangan karena masyarakatnya memahami hukum secara baik dan menaatinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak masa Rasulullah, kemudian dilanjutkan oleh Khalifah-khalifah sesudahnya, ajaran-ajaran tentang keadilan masyarakat dalam segala aspek, ekonomi, sosial, budaya, juga hukum terus berlanjut. Dalam hal hukum misalnya, Fatimah sekalipun jika mencuri akan terkena hukuman. Tidak tanggung-tanggung sang Ayah sendiri yang akan mengeksekusinya. Semua aturan tersebut terus berlaku hingga Madinah menjadi satu fenomena sosiografis yang mengagumkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Adalah sang pemimpin yang memulai fenomena tersebut. Rasulullah yang memulainya, diikuti kemudian oleh pemimpin-pemimpin selanjutnya setelah masa kerasulan. Kini, siapapun bisa menciptakan warna dan atmosfir madinah dalam wilayah kekuasaannya, mulai dari komunitas terkecil di lingkungan keluarga, rukun tetangganya, sampai tingkat seterusnya. Zona Madina, bisa berada dimana saja sebanyak kita mau menciptakannya. Maka mulailah dari keluarga kita sendiri, dan Anda sebagai pemimpin di rumah tangga punya kewajiban untuk memeloporinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Masakini edisi Shafar 1430 H</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mwan.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mwan.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mwan.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mwan.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mwan.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mwan.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mwan.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mwan.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mwan.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mwan.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mwan.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mwan.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mwan.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mwan.wordpress.com/252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mwan.wordpress.com&amp;blog=6798270&amp;post=252&amp;subd=mwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mwan.wordpress.com/2009/12/25/dimulai-dari-pemimpin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6605371ec162647ae7625d46c3cb7041?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mwan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mwan.files.wordpress.com/2009/12/mahkota.jpeg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">mahkota</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MOTIVASI&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</title>
		<link>http://mwan.wordpress.com/2009/12/24/motivasi/</link>
		<comments>http://mwan.wordpress.com/2009/12/24/motivasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 07:37:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mwan.wordpress.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pemuda kaya terperosok kedalam lumpur ketika sedang berjalan di tengah hutan. Seorang pemuda miskin menolongnya kemudian mengantarkan pemuda kaya itu kerumahnya. Orang tua pemuda kaya tadi sangat berterima kasih lalu menyekolahkan si pemuda miskin. Pemuda itu adalah alexander Fleming yang kelak terkenal sebagai menemu obat penisilin. Sementara sang pemuda kaya berkarier di militer. Ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mwan.wordpress.com&amp;blog=6798270&amp;post=249&amp;subd=mwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://mwan.files.wordpress.com/2009/12/funny-cat.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-250" title="funny-cat" src="http://mwan.files.wordpress.com/2009/12/funny-cat.jpg?w=150&#038;h=128" alt="" width="150" height="128" /></a>Seorang pemuda kaya terperosok kedalam lumpur ketika sedang berjalan di tengah hutan. Seorang pemuda miskin menolongnya kemudian mengantarkan pemuda kaya itu kerumahnya. Orang tua pemuda kaya tadi sangat berterima kasih lalu menyekolahkan si pemuda miskin. Pemuda itu adalah alexander Fleming yang kelak terkenal sebagai menemu obat penisilin.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara sang pemuda kaya berkarier di militer. Ia terluka parah dalam peperangan. Lukanya kemudian infeksi dan menyebabkan demam tinggi. Waktu itu belum ada obat infeksi. Dokter yang merawatnya lalu mencoba menyuntikkan penisilin temuan baru alexander fleming. Dan perlahan-lahan demam si pemuda reda dan sembuh. Pemuda kaya itu adalah Winston Churchil, yang kelak menjadi Perdana Menteri Inggris.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-249"></span>Sahabat, pencarian sejati setiap orang adalah pencarian tentang kebaikan. bahkan orang jahatpun selalu mencari yang baik, minimal baik menurut kebutuhannya. Sesuatu yang baik pasti dicari siapapun.  Keberadaan anda ditentukan oleh kebaikan diri anda. Percayalah anda dicari, dibutuhkan dan dicintai orang karena kebaikan yang ada pada diri anda. Bukan harta yang membuat anda banyak dicari orang, buktinya tak semua pintu istana kaya didatangi fakir miskin. Bukan juga kecantikan yang membuat orang mencintai anda. Buktinya tak semua artis cantik memiliki suami yang setia.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebaikan yang akan membuat banyak orang terpesona pada diri anda. Kebaikanlah magnet abadi yang ada pada diri anda. Warisan agung atas hidup kita bagi kehidupan manusia adalah kebaikan yang pernah kita lakukan didunia. Kebaikan juga akan memperbesar pengaruh kehadiran anda. Bisa jadi anda tak ada, tapi kebaikan selalu membekas mewakili ketiadaan anda. Tak heran orang yang semasa hidupnya bermandikan kebaikan pada sesama, selalu dicari bahkan saat ia telah tiada. Betapa banyak diantara kita masih mencari buku-buku yang ditulis oleh orang yang telah tiada ? Berapa banyak diantara kita bahkan yang masih mendatangi makam-makam wali yang telah tiada ? (Walaupun anda harus berhati-hati terjerumus kemusyrikan).</p>
<p style="text-align:justify;">Kebaikan akan beranak cucu pada kebaikan-kebaikan yang lain. Begitu anda berbuat baik sedikit ada akan ketagihan untuk melakukan kebaikan lain. Tak percaya ? silakan anda keluar rumah dengan senyum saat akan berangkat kerja, maka anda akan lebih ramah pada dunia hari itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebaikan adalah hati dan tindakan, dan apa-apa yang ada diantara hati dan tindakan. Hati yang baik membawa pada tindakan yang baik, dan sebaliknya bertindak baik akan membuat hati kita lebih baik.  Lalu mulailah mengambil tindakan atas hidup anda, karena jika tidak, hidup akan mulai mengambil tindakan-tindakan anda. Ambil selembar kertas lalu tulislah semua rencana tindakan baik anda dalam hidup, hari ini dan seterusnya. Jika memang hidup anda pantas dipikirkan, maka hidup anda pun pantas untuk dituliskan. Orang bijak berkata; sekuat-kuat ingatan tak lebih kuat dari tinta.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita adalah anak yang lahir dari rahim kebaikan, lalu dibesarkan dengan cara yang baik oleh Allah SWT dan alam semesta. Maka tak ada pilihan bagi diri kita selain menjadi agen kebaikan. Agen yang menabur dan menyemai kebaikan. Agar kelak, hidup kita meninggalkan bekas, sebuah goresan dalam pohon sejarah peradaban. &#8220;<em>I Was Here</em>&#8220;.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"><em>By Tony Raharjo (Inspirator) in TAWADU Edisi 03</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mwan.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mwan.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mwan.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mwan.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mwan.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mwan.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mwan.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mwan.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mwan.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mwan.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mwan.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mwan.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mwan.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mwan.wordpress.com/249/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mwan.wordpress.com&amp;blog=6798270&amp;post=249&amp;subd=mwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mwan.wordpress.com/2009/12/24/motivasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6605371ec162647ae7625d46c3cb7041?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mwan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mwan.files.wordpress.com/2009/12/funny-cat.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">funny-cat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Sejati&#8230;. (Seorang Ibu)</title>
		<link>http://mwan.wordpress.com/2009/12/22/cinta-sejati-seorang-ibu/</link>
		<comments>http://mwan.wordpress.com/2009/12/22/cinta-sejati-seorang-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 15:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mwan.wordpress.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[Seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan bertanya kepada dokter, &#8221; Bisa saya melihat bayi saya ?&#8221; Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mwan.wordpress.com&amp;blog=6798270&amp;post=246&amp;subd=mwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://mwan.files.wordpress.com/2009/12/kucing-sweet.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-247" title="Kucing sweet" src="http://mwan.files.wordpress.com/2009/12/kucing-sweet.jpg?w=142&#038;h=150" alt="" width="142" height="150" /></a>Seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan bertanya kepada dokter, &#8221; Bisa saya melihat bayi saya ?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela<br />
rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga !</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-246"></span>Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi.</p>
<p style="text-align:justify;">Anak lelaki itu terisak-isak berkata, &#8221; Ma, seorang anak laki-laki besar mengejek saya. Katanya, saya ini makhluk aneh.&#8221; Anak lelaki itu tumbuh dewasa.<br />
Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya.<br />
Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibunya mengingatkan, &#8221; Bukankah nantinya kamu akan bergaul dengan remaja-remaja lain ?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya. Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bias mencangkokkan telinga untuknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dokter itu berkata, &#8221; Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka. Beberapa bulan sudah berlalu.  Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang ayah berkata, &#8221; Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia.&#8221; Operasi berjalan dengan sukses.<br />
Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan.</p>
<p>Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat.</p>
<p style="text-align:justify;">Ia menemui ayahnya, &#8221; Pa, saya harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua pada saya. Orang itu telah berbuat sesuatu yang besar namun saya sama sekali belum membalas kebaikannya. &#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Ayahnya menjawab, &#8221; Papa yakin kamu takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, &#8221; Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagi kamu untuk mengetahui semua rahasia ini.&#8221;</p>
<p>Tahun berganti tahun. Kedua orangtua itu tetap menyimpan rahasia.  Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang ayah berbisik, &#8221; Mama kamu pernah berkata bahwa Mama senang sekali bisa memanjangkan rambutnya. Dan tak seorang pun menyadari bahwa Mama telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan ?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam<br />
batin. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada perbuatan kasih yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada perbuatan kasih yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mwan.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mwan.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mwan.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mwan.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mwan.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mwan.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mwan.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mwan.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mwan.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mwan.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mwan.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mwan.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mwan.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mwan.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mwan.wordpress.com&amp;blog=6798270&amp;post=246&amp;subd=mwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mwan.wordpress.com/2009/12/22/cinta-sejati-seorang-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6605371ec162647ae7625d46c3cb7041?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mwan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mwan.files.wordpress.com/2009/12/kucing-sweet.jpg?w=142" medium="image">
			<media:title type="html">Kucing sweet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Batu dan Bisikan</title>
		<link>http://mwan.wordpress.com/2009/11/16/batu-dan-bisikan-2/</link>
		<comments>http://mwan.wordpress.com/2009/11/16/batu-dan-bisikan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 13:37:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mwan.wordpress.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu.  Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar. Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mwan.wordpress.com&amp;blog=6798270&amp;post=241&amp;subd=mwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-242" title="Bak Sampah utk Mobil" src="http://mwan.files.wordpress.com/2009/11/bak-sampah-utk-mobil.jpg?w=150&#038;h=111" alt="Bak Sampah utk Mobil" width="150" height="111" />Suatu ketika, tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu.  Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar.</p>
<p style="text-align:justify;">Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat sesuatu yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak itu yang tampak melintas.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-241"></span>Aah&#8230;, ternyata, ada sebuah batu yang menimpa Jaguar itu. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.</p>
<p style="text-align:justify;">Cittt&#8230;. ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, di mundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu dilemparkan. Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati. Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa.  Di tariknya seorang anak yang paling dekat, dan dipojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.</p>
<p>&#8220;Apa yang telah kau lakukan!!! Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku! !&#8221; Lihat goresan itu&#8221;, teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu. &#8220;Kamu tentu paham, mobil baru semacam itu akan butuh banyak ongkos di bengkel kalau sampai tergores.&#8221; Ujarnya lagi dengan geram, tampak ingin memukul anak itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang anak tampak ketakutan, dan berusaha meminta maaf. &#8220;Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa.&#8221; Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun. &#8220;Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti&#8230;. &#8220;.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi. &#8220;Itu disana ada kakakku. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Aku tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat. Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan..&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Kini, ia mulai terisak. Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu. &#8220;Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda? Tolonglah, kakakku terluka, tapi dia terlalu berat untukku.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam. Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera, diangkatnya anak yang cacat itu menuju kursi rodanya. Kemudian,  diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut anak itu. Memar dan tergores, sama seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.</p>
<p>Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja. &#8220;Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatan Bapak.&#8221; Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Disusurinya jalan itu dengan lambat, sambil merenungkan kejadian yang baru saja dilewatinya. Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele. Namun, ia memilih untuk tak menghapus goresan itu. Ia memilih untuk membiarkan goresan  itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini. Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat &#8220;Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu. &#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Sahabat&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan. Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan. Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar?</p>
<p style="text-align:justify;">Allah SWT, akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita. Kadang, kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap ujaran-Nya. Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.</p>
<p style="text-align:justify;">Sahabat&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Kadang memang, ada yang akan &#8220;melemparkan batu&#8221; buat kita agar kita mau dan bisa berhenti sejenak. Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita.</p>
<p style="text-align:center;">
<em>(Ingati bila Sunyi, Rindui bila Jauh, Fahami bila Keliru, Nasehati bila Lalai dan Maafkan bila Terluka.)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mwan.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mwan.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mwan.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mwan.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mwan.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mwan.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mwan.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mwan.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mwan.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mwan.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mwan.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mwan.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mwan.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mwan.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mwan.wordpress.com&amp;blog=6798270&amp;post=241&amp;subd=mwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mwan.wordpress.com/2009/11/16/batu-dan-bisikan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6605371ec162647ae7625d46c3cb7041?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mwan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mwan.files.wordpress.com/2009/11/bak-sampah-utk-mobil.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Bak Sampah utk Mobil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah Istri anda cerewet ??? Mari Belajar dari Umar Bin Khattab</title>
		<link>http://mwan.wordpress.com/2009/10/13/apakah-istri-anda-cerewet-mari-belajar-dari-umar-bin-khattab/</link>
		<comments>http://mwan.wordpress.com/2009/10/13/apakah-istri-anda-cerewet-mari-belajar-dari-umar-bin-khattab/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 12:47:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mwan.wordpress.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mwan.wordpress.com&amp;blog=6798270&amp;post=238&amp;subd=mwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-239" title="Istri Solehah" src="http://mwan.files.wordpress.com/2009/10/istri-solehah.jpg?w=150&#038;h=98" alt="Istri Solehah" width="150" height="98" />Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.</p>
<p>Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?</p>
<p><span id="more-238"></span>Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?</p>
<p>1. Benteng Penjaga Api Neraka<br />
Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya,<br />
membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat.  Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan<br />
akhirat. Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.</p>
<p>2. Pemelihara Rumah<br />
Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran. Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.</p>
<p>3. Penjaga Penampilan<br />
Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu</p>
<p>4. Pengasuh Anak-anak<br />
Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.</p>
<p>5. Penyedia Hidangan<br />
Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi pagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran<br />
bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.</p>
<p>Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri,<br />
tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.</p>
<p>Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji. Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya</p>
<p>**** Diolah dari Cahaya Iman, edisi kamis, 30 November 2006***</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mwan.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mwan.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mwan.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mwan.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mwan.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mwan.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mwan.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mwan.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mwan.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mwan.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mwan.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mwan.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mwan.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mwan.wordpress.com/238/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mwan.wordpress.com&amp;blog=6798270&amp;post=238&amp;subd=mwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mwan.wordpress.com/2009/10/13/apakah-istri-anda-cerewet-mari-belajar-dari-umar-bin-khattab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6605371ec162647ae7625d46c3cb7041?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mwan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mwan.files.wordpress.com/2009/10/istri-solehah.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Istri Solehah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari Raya</title>
		<link>http://mwan.wordpress.com/2009/09/18/hari-raya/</link>
		<comments>http://mwan.wordpress.com/2009/09/18/hari-raya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 03:39:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mwan.wordpress.com/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[Hari raya adalah saat berbahagia dan bersuka cita. Kebahagiaan dan kegembiraan kaum mukminin di dunia adalah karena Tuhannya, yaitu apabila mereka berhasil menyempurnakan ibadahnya dan memperoleh pahala amalnya dengan kepercayaan terhadap janji-Nya kepada mereka untuk mendapatkan anugerah dan ampunan-Nya. Allah Ta &#8216;ala berfirman : &#8220;Katakanlah: &#8220;Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mwan.wordpress.com&amp;blog=6798270&amp;post=235&amp;subd=mwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-236" title="idulfitri-3" src="http://mwan.files.wordpress.com/2009/09/idulfitri-3.gif?w=150&#038;h=150" alt="idulfitri-3" width="150" height="150" />Hari raya adalah saat berbahagia dan bersuka cita. Kebahagiaan dan kegembiraan kaum mukminin di dunia adalah karena Tuhannya, yaitu apabila mereka berhasil menyempurnakan ibadahnya dan memperoleh pahala amalnya dengan kepercayaan terhadap janji-Nya kepada mereka untuk mendapatkan anugerah dan ampunan-Nya. Allah Ta &#8216;ala berfirman : &#8220;Katakanlah: &#8220;Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. &#8221; (Yunus: 58).</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-235"></span>Sebagian orang bijak berujar: &#8220;Tiada seorang pun yang bergembira dengan selain Allah kecuali karena kelalaiannya terhadap Allah, sebab orang yang lalai selalu bergembira dengan permainan dan hawa nafsunya, sedangkan orang yang berakal merasa Senang dengan Tuhannya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika Nabi shallallahu alaihi wasallam tiba di Madinah, kaum Anshar memiliki dua hari istimewa, mereka bermain-main di dalamnya, maka Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: &#8220;Allah telah memberi ganti bagi kalian dua hari yang jauh lebih baik, (yaitu) &#8216;Idul fitri dan &#8216;Idul Adha (HR. Abu Daud dan An-Nasa&#8217;i dengan sanad hasan).</p>
<p style="text-align:justify;">Hadits ini menunjukkan bahwa menampakka rasa suka cita di hari Raya adalah sunnah da disyari&#8217;atkan. Maka diperkenankan memperluas hari Raya tersebut secara menyeluruh kepada segenap kerabat dengan berbagai hal yang tidak diharamkan yang bisa mendatangkan kesegaran badan dan melegakan jiwa, tetapi tidak menjadikannya lupa untuk ta&#8217;at kepada Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun yang dilakukan kebanyakan orang di saat hari Raya dengan berduyun-duyun pergi memenuhi berbagai tempat hiburan dan permainan adalah tidak dibenarkan, karena hal itu tidak sesuai dengan yang disyari&#8217;atkan bagi mereka seperti melakukan dzikir kepada Allah. Hari Raya tidak identik dengan hiburan, permainan dan penghambur-hamburan (harta), tetapi hari Raya adalah untuk berdzikir kepada Allah dan bersungguh-sungguh dalam beribadah. Makanya Allah gantikan bagi umat ini dua buah hari Raya yang sarat dengan hiburan dan permainan dengan dua buah Hari Raya yang penuh dzikir, syukur dan ampunan.</p>
<p style="text-align:justify;">Di dunia ini kaum mukminin mempunyai tiga hari Raya: hari Raya yang selalu datang setiap minggu dan dua hari Raya yang masing-masing datang sekali dalam setiap tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun hari Raya yang selalu datang tiap minggu adalah hari Jum&#8217;at, ia merupakan hari Raya mingguan, terselenggara sebagai pelengkap (penyempurna) bagi shalat wajib lima kali yang merupakan rukun utama agama islam setelah dua kalimat syahadat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan dua hari Raya yang tidak berulang dalam waktu setahun kecuali sekali adalah:</p>
<p style="text-align:justify;">1. &#8216;Idul Fitri setelah puasa Ramadhan, hari raya ini terselenggara sebagai pelengkap puasa Ramadhan yang merupakan rukun dan asas Islam keempat. Apabila kaum muslimin merampungkan puasa wajibnya, maka mereka berhak mendapatkan ampunan dari Allah dan terbebas dari api Neraka, sebab puasa Ramadhan mendatangkan ampunan atas dosa yang lain dan pada akhirnya terbebas dari Neraka.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian manusia dibebaskan dari Neraka padahal dengan berbagai dosanya ia  semestinya masuk Neraka, maka Allah mensyari&#8217;atkan bagi mereka hari Raya setelah menyempurnakan puasanya, untuk bersyukur kepada Allah, berdzikir dan bertakbir atas petunjuk dan syari&#8217;at-Nya berupa shalat dan sedekah pada hari Raya tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari Raya ini merupakan hari pembagian hadiah, orang-orang yang berpuasa diberi ganjaran puasanya, dan setelah hari Raya tersebut mereka mendapatkan ampunan.</p>
<p style="text-align:justify;">2. &#8216;Idul Adha Oiari Raya Kurban), ia lebih agung dan utama daripada &#8216;Idul Fitri. Hari Raya ini terselenggara sebagai penyempurna ibadah haji yang merupakan rukun Islam kelima, bila kaum muslimin merampungkan ibadah hajinya, niscaya diampuni dosanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah macam-macam hari Raya kaum muslimin di dunia, semuanya dilaksanakan saat rampungnya ketakwaan kepada Yang Maha Menguasai dan Yang Maha Pemberi, di saat mereka berhasil memperoleh apa yang dijanjikan-Nya berupa ganjaran dan pahala. (Lihat  Lathaa&#8217;iful Ma&#8217;arif,  oleh Ibnu Rajab, hlm. 255-258)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mwan.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mwan.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mwan.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mwan.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mwan.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mwan.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mwan.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mwan.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mwan.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mwan.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mwan.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mwan.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mwan.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mwan.wordpress.com/235/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mwan.wordpress.com&amp;blog=6798270&amp;post=235&amp;subd=mwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mwan.wordpress.com/2009/09/18/hari-raya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6605371ec162647ae7625d46c3cb7041?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mwan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mwan.files.wordpress.com/2009/09/idulfitri-3.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">idulfitri-3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bercermin</title>
		<link>http://mwan.wordpress.com/2009/08/25/bercermin/</link>
		<comments>http://mwan.wordpress.com/2009/08/25/bercermin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 03:16:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mwan.wordpress.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Dalam hidup keseharian, kita sangat sering dan merasakan nikmat ketika bercermin. Kita tidak pernah bosan sekali pun. Padahal, wajah yang kita tatap itu-itu juga. Aneh bukan? Bahkan, hampir pada setiap kesempatan, kita selalu menyempatkan diri untuk bercermin. Mengapa demikian? Kita ingin selalu berpenampilan baik, bahkan sempurna. Kita sangat tidak ingin terlihat mengecewakan. Apalagi kusut masai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mwan.wordpress.com&amp;blog=6798270&amp;post=231&amp;subd=mwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-232" title="Kucing bercermin" src="http://mwan.files.wordpress.com/2009/08/kucing-bercermin.jpg?w=150&#038;h=124" alt="Kucing bercermin" width="150" height="124" />Dalam hidup keseharian, kita sangat sering dan merasakan nikmat ketika bercermin. Kita tidak pernah bosan sekali pun. Padahal, wajah yang kita tatap itu-itu juga. Aneh bukan? Bahkan, hampir pada setiap kesempatan, kita selalu menyempatkan diri untuk bercermin. Mengapa demikian? Kita ingin selalu berpenampilan baik, bahkan sempurna. Kita sangat tidak ingin terlihat mengecewakan. Apalagi kusut masai dan berantakan tidak karuan. Ini semua tidak dapat dimungkiri. Penampilan adalah cermin pribadi kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang beriman yang rapi, tertib, dan bersih, maka pribadinya juga akan cenderung rapi, tertib, dan bersih. Sebaliknya, orang yang penampilannya kucel, kumal, dan berantakan, karakter pribadinya biasanya tidak jauh berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja, penampilan rapi, tertib, dan bersih itu, <em>insya Allah</em> akan menjadi kebaikan, selama niat dan caranya benar. Apa saja niat yang benar itu? Niat agar orang lain tidak terganggu dan terkecewakan, niat agar orang lain tidak berprasangka buruk, atau juga niat agar orang lain senang dan nyaman dengan penampilan kita.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-231"></span>Selain itu, yang paling penting adalah, Allah suka dengan penampilan yang indah dan rapi sebagaimana sabda Rasulullah SAW, &#8220;<em>Innallaha jamiilun yuhibbul jamaal</em>, sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Hindari niat untuk menjerumuskan orang lain. Mungkin awalnya mereka akan terpesona pada penampilan kita. Akan tetapi, ujung-ujungnya hati mereka malah tergelincir dan menimbulkan penyakit. Tentu saja, dalam hal ini kita menanam saham karena menimbulkan dosa pada orang tersebut. <em>Na&#8217;udzhubillah.</em><br />
Hal lain yang sering membuat kita terlena adalah, kita jarang berpikir bahwa selama ini kita baru sibuk bercermin &#8220;topeng&#8221; belaka. Topeng <em>make up</em> berupa seragam, jas, dasi, sorban, atau aksesori lainnya. Tanpa disadari, kita sudah ditipu dan diperbudak &#8220;topeng&#8221; buatan sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Terkadang, kita sangat ingin agar orang lain menganggap diri ini lebih dari kenyataan yang sebenarnya. Kita ingin tampak lebih pandai, lebih gagah, lebih cantik, lebih kaya, lebih saleh, lebih suci dan aneka kelebihan lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada akhirnya, selain harus bersusah payah agar &#8220;topeng&#8221; ini tetap melekat, kita pun akan dilanda tegang dan waswas. Mengapa? Kita sangat takut &#8220;topeng&#8221; kita akan terbuka dan orang lain tahu siapa kita sebenarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja, tindakan tersebut tidak sepenuhnya salah. Wajar saja kita menutupi aib diri sendiri. Adalah suatu kesalahan jika kita malah membuka aib diri yang selama ini telah ditutupi oleh Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang perlu selalu diingat, jangan sampai kita terlena dan tertipu oleh &#8220;topeng&#8221; sendiri. &#8220;Topeng&#8221; akan membuat kita tidak mengenal diri yang sebenarnya. Kita juga akan terkecoh oleh penampilan luar. Karena itu, marilah kita jadikan saat bercermin adalah saat yang tidak hanya disibukkan oleh &#8220;topeng&#8221;. Akan tetapi, yang terpenting adalah bagaimana isinya, yaitu diri kita sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdialoglah dengan diri, &#8220;Wahai tubuh, seperti apa gerangan isi hatimu? Apakah tubuhmu sebagus kata-katamu atau malah sekelam kotoran-kotoran yang melekat di tubuhmu? Apakah hatimu segagah ototmu atau selemah daun-daun yang mudah rontok? Apakah hatimu seindah penampilanmu atau malah sebusuk kotoran-kotaranmu?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Wahai tubuh apakah kau ini makhluk mulia atau menjijikkan? Berapa banyak aib nista yang engkau sembunyikan di balik penampilanmu ini?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Wahai tubuh, apakah engkau yang kelak akan penuh cahaya, bersinar, bersuka cita, bercengkerama di surga? Atau tubuh yang akan tercabik-cabik hancur mendidih di dalam lahar Jahanam, yang akan terus terasa tanpa ampun, memikul derita tiada akhir?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh! Betapa banyak perbedaan antara yang tampak di cermin dengan apa yang tersembunyi. Betapa yang kulihat selama ini hanyalah &#8220;topeng&#8221;, hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus &#8220;topeng-topeng&#8221; duniawi.</p>
<p style="text-align:justify;">Wahai Sahabat-sahabat sekalian&#8230;! Sesungguhnya saat bercermin adalah saat yang tepat agar kita dapat mengenal dan menghitung diri.</p>
<p style="text-align:justify;">( KH Abdullah Gymnastiar )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mwan.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mwan.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mwan.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mwan.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mwan.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mwan.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mwan.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mwan.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mwan.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mwan.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mwan.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mwan.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mwan.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mwan.wordpress.com/231/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mwan.wordpress.com&amp;blog=6798270&amp;post=231&amp;subd=mwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mwan.wordpress.com/2009/08/25/bercermin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6605371ec162647ae7625d46c3cb7041?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mwan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mwan.files.wordpress.com/2009/08/kucing-bercermin.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Kucing bercermin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ANTARA CINTA dan BENCI</title>
		<link>http://mwan.wordpress.com/2009/08/23/antara-cinta-dan-benci/</link>
		<comments>http://mwan.wordpress.com/2009/08/23/antara-cinta-dan-benci/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 10:04:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mwan.wordpress.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Kadang dalam sebuah rumah tangga, tidak lengkap tanpa adanya bumbu sebuah pertengkaran, entah karena suatu hal yang mendasar ataupun karena suatu hal yang kadang kita anggap remeh.  Itu semua tergantung bagaimana kita menghadapi dan menyelesaikannya. Suatu masalah yang besar, kadang dapat diselesaikan dengan begitu sangat mudah, seolah-olah itu bukan suatu masalah besar.  Ini dibutuhkan rasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mwan.wordpress.com&amp;blog=6798270&amp;post=228&amp;subd=mwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-229" title="jump-for-love" src="http://mwan.files.wordpress.com/2009/08/jump-for-love.jpg?w=173&#038;h=124" alt="jump-for-love" width="173" height="124" />Kadang dalam sebuah rumah tangga, tidak lengkap tanpa adanya bumbu sebuah pertengkaran, entah karena suatu hal yang mendasar ataupun karena suatu hal yang kadang kita anggap remeh.  Itu semua tergantung bagaimana kita menghadapi dan menyelesaikannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu masalah yang besar, kadang dapat diselesaikan dengan begitu sangat mudah, seolah-olah itu bukan suatu masalah besar.  Ini dibutuhkan rasa saling mengerti dan memahami diantara kedua pihak.  Tapi kadang hal yang sangat remeh temeh bisa menjadi suatu pemicu yang sangat besar, apabila itu tidak disikapi dengan baik, dan tidak adanya saling pengertian diantara kedua pihak.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-228"></span>Rumah tangga hakekatnya adalah menggabungkan 2 kepribadian yang berbeda. Berbeda disini bisa dari latar belakang suku, kebiasaan keluarga, kondisi ekonomi, kondisi spiritual (bukan berarti berbeda akidah), atau apapun. Yang jelas merupakan penggabungan 2 kepribadian yang berbeda. Karena berbeda itulah maka dibutuhkan kesadaran untuk saling menerima dan mengerti akan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dimana kelebihan disikapi dengan kerendahan hati sedangkan kekurangan disikapi dengan saling melengkapi.  Karena ketika kita ingin mendapatkan pasangan yang ideal, maka sebenarnya itu tidak akan pernah didapat, karena tidak ada yang ideal bahkan dengan saudara sekandungpun kita sering berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Keinginan agar pasangan kita seideal yang kita inginkan kadang terbawa dalam keseharian kita, penulis secara pribadi juga menghadapi masalah yang kadang sulit. Misalkan kita ingin pasangan kita mengerti apa yang kita inginkan tanpa harus menyuruh ataupun menggunakan kata-kata yang bersifat perintah. Karena kita ingin pasangan kita mengerti tanpa harus digurui. Tetapi terkadang itu tidak ditangkap ataupun tidak direspon seperti yang kita harapkan.  Bisa dikarenakan ketidak pekaan pasangan kita, ataupun kurang jelasnya kita menyampaikan sinyal dari maksud kita.  Terkadang itu menimbulkan rasa benci yang dapat memicu pertengkaran. Dibutuhkan kelapangan hati dan kekuatan cinta dari kita untuk menerima itu sebagai proses dari penyatuan pribadi yang berbeda tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Atau terkadang, kita menganggap harusnya pasangan kita mengerti apa yang seharusnya dia lakukan dengan kondisi yang ada, tetapi kita kecewa karena ternyata apa yang dilakukan pasangan kita bertentangan atau bertolak belakang dengan yang seharusnya dia lakukan menurut kaca mata kita.  Dan itu merupakan sesuatu yang membuat kita merasa benci. Dibutuhkan suatu kearifan dan rasa cinta untuk menyikapi hal tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Intinya, kita tidak bisa dan tidak akan menemukan pasangan yang seideal yang kita inginkan, karena itu hanya ada diangan-angan, pasangan adalah 2 individu yang berbeda yang apabila disatukan dia akan saling mengisi dan melengkapi.  Layaknya magnet &#8211; dan +, malam dan siang, laki-laki dan perempuan, hidup dan mati. Semua itu adalah pasangan yang saling melengkapi bukan saling menguasai.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga kita bisa mendapatkan pasangan kita yang serasi dan pas, yang akan mengisi kekurangan pada diri kita dengan kelebihan yang dia miliki dan kita pun bisa menjadi pelengkap dan pengisi kekurangan yang dia rasakan dan punyai.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mwan.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mwan.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mwan.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mwan.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mwan.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mwan.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mwan.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mwan.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mwan.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mwan.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mwan.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mwan.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mwan.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mwan.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mwan.wordpress.com&amp;blog=6798270&amp;post=228&amp;subd=mwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mwan.wordpress.com/2009/08/23/antara-cinta-dan-benci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6605371ec162647ae7625d46c3cb7041?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mwan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mwan.files.wordpress.com/2009/08/jump-for-love.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">jump-for-love</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
